PROSIWANGI.ONLINEPROBOLINGGO • SITUBONDO • BANYUWANGI

Label

Kategori

Populer Tahun ini

Popular Posts

Populer Minggu ini

Populer Bulan ini

Breaking News

Trump Melunak ke Iran, AS Tunggu Respons Teheran soal Proposal Akhiri Konflik

 


Trump Melunak ke Iran, AS Tunggu Respons Teheran soal Proposal Akhiri Konflik

Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mulai menunjukkan sinyal pelunakan terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan Washington kini menunggu jawaban resmi dari Teheran terkait proposal penghentian konflik yang sedang dibahas kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Rubio saat berada di Roma, Italia, Jumat (8/5/2026), di sela kunjungannya menemui Paus Leo XIV. Rubio berharap respons Iran dapat membuka jalan menuju negosiasi yang lebih serius dan terarah.

“Kami seharusnya mengetahui sesuatu hari ini. Kami sedang menunggu tanggapan dari mereka. Harapannya adalah sesuatu yang dapat membawa kita ke dalam proses negosiasi yang serius,” ujar Rubio kepada wartawan.

Sikap Washington yang mulai membuka ruang diplomasi muncul setelah sejumlah laporan menyebut Amerika Serikat dan Iran tengah mendekati kesepakatan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kesepakatan itu disebut memuat 14 poin penting yang bertujuan menghentikan konflik sekaligus melanjutkan pembahasan mengenai program nuklir Iran.

Di sisi lain, pemerintah Iran mengaku masih mempelajari pesan dari AS yang disampaikan melalui mediator Pakistan. Media pemerintah Iran yang mengutip pejabat setempat menyebut hingga kini Teheran belum mengambil keputusan resmi terkait proposal tersebut.

Situasi kawasan Timur Tengah sendiri masih berada dalam kondisi tidak stabil. Ketidakpastian semakin meningkat setelah terjadi aksi saling serang di kawasan Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran dunia terhadap keamanan jalur distribusi energi global.

Presiden Donald Trump sebelumnya menegaskan bahwa gencatan senjata antara kedua pihak masih berlaku. Trump bahkan menyebut serangan yang terjadi hanya sebagai “love tap” atau “colekan ringan”, sembari mengklaim Iran ingin segera mencapai kesepakatan damai dengan AS.

Namun demikian, Rubio memperingatkan adanya laporan mengenai upaya Iran membentuk badan pengawas lalu lintas di Selat Hormuz. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memicu persoalan baru dan tidak dapat diterima oleh Washington.

“Kami melihat laporan bahwa Iran mencoba membentuk badan yang akan mengendalikan lalu lintas di selat tersebut. Itu akan menjadi masalah besar,” kata Rubio.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran strategis dunia karena menjadi lintasan utama sekitar 20 persen pasokan minyak global. Gangguan di wilayah tersebut dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga energi dan memperbesar ketidakstabilan ekonomi internasional.

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency bahkan menyebut potensi blokade di Selat Hormuz sebagai salah satu ancaman keamanan energi terbesar dalam sejarah modern.

Sumber: CNBC Indonesia

0 Comments

Type and hit Enter to search

Close